Jalan Lain Allah

Terkalahkannya Ketakutan Dengan Rasa Keyakinan”

Ketakutkan setiap manusia berbeda-beda. Bagi gue ketakutan akan berdiskusi dengan orang tua tentang “Jodoh” bukanlah hal yang mudah. Gue terlahir dikeluarga yang tidak dibiasakan seorang laki-laki (pacar) bertamu ke rumah. Empat bersaudara, anak pertama & kedua dijodohkan dan yang ketiga pun sedang dalam masa perjodohan juga.

Sedangkan gue terlahir sebagai anak terakhir yang berbeda dari ketiga saudara gue. Terlahir di zaman now, rasa ingin tau gue akan sesuatu hal, menjadikan gue nekat mencoba memulai berkomitmen dengan seorang laki-laki dari mulai sekolah sampai sekarang. Berganti seseorang (pacar) yang datang dan pergi mengajarkan gue banyak hal, kegalauan dan sebagainya gue alami seperti kebanyakan orang. Terakhir gue mempunyai seorang (pacar) yang ujung-ujungnya berakhir kembali.

Di usia gue yang menginjak setengah kepala dua, gue hanya berganti seorang (pacar) hanya dengan tiga laki-laki. Dari laki-laki pertama dan kedua, bisa dibilang gue hanya iseng belaka dan di laki-laki ketiga ini pun, niat awal gue sama hanya untuk iseng-iseng saja. Tapi ternyata Allah memberikan gue Keyakinan yang sangat dengan laki-laki ketiga ini, hanya dari “sekali” gue mendengar dan melihat Dia menjadi seorang imam orang lain. Berkomitmen dalam waktu yang cukup lama menjadikan bahasan demi bahasan mengarah ke arah jenjang yang lebih serius.

Bertahun lamanya bersama Dia serta Keyakinan yang gue rasakan menjadikan gue makin berani meminta Dia untuk bertamu ke rumah. Rasa ketakutan yang selama ini aku takutkan, terkalahkan sama keyakinan yang semakin sangat dengan “Aku berani berdiskusi dengan orang rumah” tentang yang selama ini ingin aku selalu coba diskusikan setiap aku memulai.

Tetapi Allah berkata lain, sebelum semuanya terjadi, Allah memberikan jalan terbaiknya untuk tak saling berucap sapa kembali. Seketika gue marah, “Disaat rasa ketakutan bisa gue kalahkan dengan rasa keyakinan, Allah memilihkan jalan yang lain.” Tapi gue percaya… Maut, Rezeki, atau Jodoh hanya Allah yang tau, tinggal kita menerima ketetapannya dengan ridha, insyaallah semuanya tergantikan dengan yang jauh lebih baik. Karena hanya Ketetapan Allah lah yang Terbaik.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”

(QS. Al-Baqarah: 216).

Leave a Reply