Panduan Mudik Irit 2018

Selamat Pagi gensss!!!

Lebaran tinggal menghitung hari nih. Gimana sudah mempersiapkan baju lebaran, beli oleh-oleh buat orang dikampung, uang bagi-bagi (THR) sampai persiapan mudik belum nih?!

Bicara soal mudik. Mudik menjadi ritual khas orang Indonesia setiap datang Hari Raya Idul Fitri. Mudik, konon berasal dari kata “menuju udik” atau berarti juga pulang ke kampung halaman. Sebuah tradisi tahunan yang berlangsung di kota-kota besar, ketika para penghuninya pulang kampung menuju daerah asal masing-masing. Tradisi ini tidak mengenal agama ataupun suku bangsa.

Ketika menjelang Lebaran, waktu libur pun dimanfaatkan banyak orang untuk pulang ke kampung halaman. Setiap tahun, jutaan orang yang merantau di kota-kota besar atau bahkan luar negeri, menempuh perjalanan sekian ratus kilometer menuju daerah asal mereka.

Namun, tradisi mudik bukanlah ritual tanpa biaya. Menempuh perjalanan sekian jauh ke kampung halaman, bukan cuma membutuhkan alokasi waktu dan energi khusus. Mudik juga membutuhkan uang tidak sedikit.

Nah, buat kalian yang sudah menerima Tunjangan Hari Raya (THR), jangan langsung kalap membelanjakan, ya. Kelola THR sesuai peruntukan, yaitu membiayai kebutuhan hari raya, termasuk mudik.

Simak nih jurus-jurus dari situs perbandingan dan pengajuan produk keuangan HaloMoney.co.id berikut ini:

1. Buatlah rencana anggaran

Mudik menjadi satu rangkaian yang sulit dipisahkan dengan kedatangan puasa Ramadan dan perayaan Hari Raya Idul Fitri. Supaya pengelolaan keuangan tidak berantakan karena kehadiran serentetan perayaan ini, ada baiknya Anda menyusun terlebih dulu rencana anggaran. Hal ini penting supaya kalian tahu persis apa saja pengeluaran yang akan Anda lakukan dan berapa anggaran yang tersedia.

Berkaitan dengan perayaan Lebaran dan mudik 2018, ada beberapa pos pengeluaran yang umum ada, antara lain:

Biaya konsumsi lebaran

Termasuk di sini adalah kebutuhan dana untuk pembelian suguhan Lebaran sebagai antisipasi ketika ada sanak kerabat bertandang ke rumah. Biaya ini dibutuhkan bila kalian memutuskan tidak mudik ke kampung halaman.

Biaya transportasi mudik

Ketika kalian memutuskan pulang ke kampung halaman untuk perayaan Lebaran, biaya mudik paling besar kemungkinan akan tersedot untuk biaya transportasi.

Bila kalian memakai transportasi publik, biaya yang harus kalian keluarkan meliputi biaya pembelian tiket pulang-pergi untuk sendiri atau seluruh keluarga yang turut. Belum lagi, biaya konsumsi selama perjalanan mudik bila waktu tempuh mudik cukup lama.

Bila kalian mudik memakai kendaraan pribadi, ada biaya perawatan kendaraan yang perlu kalian siapkan agar kendaraanmu prima mengantar hingga kampung halaman. Belum lagi, ongkos bahan bakar atau BBM selama perjalanan.

Biaya selama di kampung halaman

Ketika kalian mudik, memang statusnya adalah bersinggah di kampung, apakah itu di rumah orang tua atau saudara. Kendati begitu, kalian tetap harus menyiapkan biaya sendiri selama di sana, apakah untuk kebutuhan makan atau penginapan bila rumah kerabat tidak memadai.

Tidak elok juga bila kalian menumpang makan dan tidur tanpa berkontribusi apa-apa. Usahakan tidak merepotkan orang tua ataupun kerabat yang kalian datangi, ya.

Biaya buah tangan alias oleh-oleh

Ini tradisi yang sangat khas Indonesia, yaitu memberi buah tangan pada para sanak saudara di kampung halaman. Perhitungkan berapa kebutuhan biaya untuk pos ini. Jangan lupa pula menimbang kebutuhan angpau Lebaran yang akan kalian bagi-bagikan pada sanak saudara di sana.

Biaya pasca mudik

Hidup setelah rangkaian perayaan selesai, mulai Ramadan hingga mudik Lebaran, tetap harus berjalan normal. Pastikan kalian memiliki persiapan dana untuk biaya hidup sekembalinya ke kota. Apalagi Lebaran tahun ini, masyarakat Indonesia menikmati cuti bersama yang sangat panjang hingga 10 hari!

Pastikan kalian tidak menghabis-habiskan semua dana sekadar untuk acara berlebaran dan mudik yang sifatnya konsumtif. Siapkan dana untuk kebutuhan selepas mudik berakhir dan pastikan mencukupi hingga saatnya penghasilan kalian kembali bertambah.

2. Hitung kesiapan dompet

Mudik memang menjadi harapan hampir semua orang perantau yang memiliki ikatan kuat dengan kampung halaman mereka. Namun, selalu ingat, mudik bukan hal yang wajib kalian lakukan. Bila kondisi kantong tidak memungkinkan bagi kalian untuk pulang ke kampung halaman, tidak perlu memaksakan diri.

kalian bisa mengukur kesiapan dompet melalui penyusunan anggaran mudik tersebut, sehingga bisa terlihat pos mana yang bisa dihemat atau bahkan dihapus.

Misalnya, membawa oleh-oleh atau angpao sebenarnya bukanlah hal wajib bila memang dompet tidak memungkinkan. Tapi, bila kalian sungguh-sungguh ingin memberi sesuatu bagi kerabat di kampung, pilihlah yang sederhana saja atau dalam jumlah secukupnya.

Manfaatkan tawaran diskon

Tentu kalian tahu memasuki bulan puasa Ramadan hingga perayaan Lebaran sebagai puncaknya nanti, para peritel berlomba menawarkan beragam diskon menarik. Memang, diskon yang diberikan oleh para peritel di Indonesia kadangkala bukanlah harga diskon yang sebenarnya. Maka itu, Anda harus jeli melihat tawaran diskon mana yang memang benar-benar ekonomis dan termasuk “good deals“.

Manfaatkan diskon-diskon tersebut untuk memenuhi beragam kebutuhan seputar Lebaran dan mudik 2018 ini. Misalnya, untuk membeli oleh-oleh Lebaran, membeli tiket mudik, membayar penginapan, dan lain sebagainya.

Leave a Reply